Membangun Ekosistem Digital Berkelanjutan melalui Integrasi Infrastruktur, Ekonomi, dan Tata Kelola

Transformasi digital yang berkembang pesat menuntut adanya pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Ekosistem digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup aspek tata kelola, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi digital yang saling terhubung dan saling memengaruhi.

Sebagaimana tergambar dalam kerangka ekosistem digital, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi pembangunan digital, yaitu Digital Society, Rights, and Governance, Digital Infrastructure and Adoption, serta Digital Economy. Pilar tata kelola digital berperan penting dalam memastikan perlindungan hak digital masyarakat, kebebasan berekspresi, peran media sipil, serta penerapan kebijakan pemerintah digital yang inklusif dan transparan. Aspek ini menjadi landasan bagi terciptanya ruang digital yang aman, adil, dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan tingkat adopsi teknologi. Konektivitas yang merata, keamanan siber, interoperabilitas sistem, keterjangkauan layanan digital, serta literasi digital masyarakat menjadi faktor krusial dalam mengurangi kesenjangan digital. Tanpa dukungan infrastruktur yang kuat dan inklusif, pemanfaatan teknologi digital tidak akan optimal dan berpotensi memperlebar ketimpangan sosial.

Pilar ketiga, yaitu ekonomi digital, mencerminkan pemanfaatan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Perkembangan e-commerce, layanan keuangan digital, perdagangan digital, lingkungan startup teknologi, serta ketersediaan talenta digital menjadi indikator penting kemajuan ekonomi berbasis digital. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan institusi pendidikan sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim inovasi yang berdaya saing.

Dengan mengintegrasikan ketiga pilar tersebut secara seimbang, ekosistem digital diharapkan mampu mendorong pembangunan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendekatan holistik terhadap ekosistem digital menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang besar di era transformasi digital yang terus berkembang.

PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

📌 PENGUMUMAN PENGISIAN KRS

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada:

🗓 Tanggal: 2 – 6 Februari 2026

Mahasiswa diharapkan melakukan pengisian KRS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan serta mengikuti prosedur yang berlaku.

🔎 Informasi lebih lanjut terkait Bimbingan Akademik, KRS, dan Jadwal Kuliah Semester Genap TA 2025/2026 dapat diakses melalui tautan berikut:
👉 https://stitek.ac.id/stitekv1/berita/detail/bimbingan-akademik-krs-dan-jadwal-kuliah-semester-genap-ta-20252026

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, diucapkan terima kasih.

Bisnis Digital STITEK Bontang Dorong Kreativitas Konten Multimedia Berbasis Industri

Program Studi Bisnis Digital STITEK Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di era ekonomi digital. Hal ini tercermin dari fokus pembelajaran yang menekankan pengembangan konten digital dan multimedia sebagaimana tergambarkan pada ilustrasi di atas.

Gambar tersebut merepresentasikan ekosistem penciptaan konten (content creation) yang saling terintegrasi, mulai dari desain logo dan branding, media sosial, infografis dan ikon, hingga produksi video, fotografi, musik, dan audio. Seluruh elemen ini merupakan kompetensi penting dalam dunia bisnis digital modern yang menuntut strategi komunikasi visual dan narasi kreatif yang kuat.

Melalui pendekatan berbasis proyek, mahasiswa Bisnis Digital STITEK Bontang dibekali kemampuan untuk merancang konten yang sesuai kebutuhan pasar (content made for you). Tidak hanya berorientasi pada aspek visual, mahasiswa juga dilatih menyusun konsep kreatif, menentukan artistic direction, serta mengelola konten untuk kebutuhan digital maupun media cetak secara profesional.

Ketua Program Studi Bisnis Digital STITEK Bontang menegaskan bahwa penguasaan konten kreatif merupakan fondasi penting dalam membangun brand dan meningkatkan daya saing usaha. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga praktik langsung bagaimana menciptakan konten yang bernilai komersial dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Dengan integrasi keahlian bisnis, teknologi, dan kreativitas multimedia, Prodi Bisnis Digital STITEK Bontang berupaya melahirkan lulusan yang mampu berperan sebagai content strategist, digital entrepreneur, maupun creative professional, sekaligus berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi kreatif dan transformasi digital di tingkat lokal maupun nasional.

Enam Langkah Membangun Bisnis E-Learning: Strategi Digital Prodi Bisnis Digital STITEK Bontang

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar di sektor pendidikan, salah satunya melalui bisnis e-learning. Gambar di atas menggambarkan enam langkah utama dalam memulai bisnis e-learning yang relevan dengan kompetensi dan visi Program Studi Bisnis Digital STITEK Bontang, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi, strategi bisnis, dan inovasi digital.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi target audiens. Dalam bisnis digital, pemahaman terhadap karakteristik pengguna—seperti usia, latar belakang pendidikan, kebutuhan, dan perilaku digital—menjadi kunci keberhasilan produk e-learning. Mahasiswa Bisnis Digital dibekali kemampuan analisis pasar digital untuk memastikan konten yang dikembangkan tepat sasaran.

Langkah kedua, menentukan konten inti, menekankan pentingnya value proposition. Konten e-learning harus memiliki keunikan, relevansi industri, serta mampu menjawab kebutuhan pasar. Di Prodi Bisnis Digital STITEK Bontang, mahasiswa dilatih mengemas konten berbasis pengetahuan, keterampilan praktis, dan tren industri digital agar memiliki daya saing tinggi.

Selanjutnya adalah membuat materi dan kursus. Tahap ini menggabungkan aspek bisnis dan kreativitas digital, mulai dari penyusunan modul, video pembelajaran, hingga desain pengalaman pengguna (user experience). Penguasaan multimedia dan storytelling digital menjadi keunggulan dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif.

Langkah keempat yaitu memilih platform e-learning yang sesuai. Platform yang tepat harus mendukung skalabilitas bisnis, kemudahan akses, serta integrasi dengan sistem pembayaran dan analitik. Hal ini selaras dengan pembelajaran di Prodi Bisnis Digital yang menekankan pemilihan teknologi sebagai bagian dari strategi bisnis.

Tahap kelima adalah menentukan harga. Penetapan harga tidak hanya mempertimbangkan biaya produksi, tetapi juga nilai yang dirasakan pengguna dan strategi pasar. Mahasiswa Bisnis Digital dibekali pemahaman model bisnis digital, seperti subscription, freemium, dan pay-per-course, untuk memaksimalkan keberlanjutan usaha.

Langkah terakhir, mempromosikan brand, menjadi penentu keberhasilan bisnis e-learning di era digital. Pemanfaatan media sosial, digital advertising, dan personal branding merupakan strategi utama yang dipelajari di Prodi Bisnis Digital STITEK Bontang guna meningkatkan visibilitas dan kepercayaan pasar.

Melalui enam langkah ini, Prodi Bisnis Digital STITEK Bontang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengelola bisnis digital inovatif, khususnya di bidang pendidikan berbasis e-learning yang berkelanjutan dan berorientasi industri.

STITEK Percepat Transformasi Kelembagaan Menuju Universitas dengan Dukungan Kemendiktisaintek dan Komisi X DPR R

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang sebagai tuan rumah, sejalan dengan proses transformasi kelembagaan yang tengah dijalani STITEK Bontang menuju perubahan bentuk menjadi universitas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ir. Yhenda Permana, M.M., selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Bessai Berinta (YPBB). Dalam sambutannya, disampaikan komitmen penuh yayasan sebagai badan penyelenggara untuk mendukung proses perubahan bentuk STITEK Bontang, baik dari aspek penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana. Transformasi kelembagaan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan institusi serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dalam paparannya, beliau memberikan penguatan mengenai kebijakan nasional terkait perubahan bentuk perguruan tinggi, termasuk persyaratan, tahapan pelaksanaan, serta pentingnya kesiapan institusi secara menyeluruh agar proses transformasi berjalan sesuai dengan regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi.

Selanjutnya, H. Andi Sofyan Hasdam, Wali Kota Bontang pertama sekaligus salah satu pendiri Yayasan Pendidikan Bessai Berinta, menyampaikan refleksi historis perjalanan pendirian STITEK Bontang. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan harapan agar STITEK Bontang terus berkembang dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta kemajuan Kota Bontang.

Dukungan Pemerintah Kota Bontang disampaikan oleh dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, selaku Wali Kota Bontang. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sebagai penutup rangkaian sambutan, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., Ketua Komisi X DPR RI, menyampaikan keynote speech yang menguraikan perspektif strategis arah kebijakan pendidikan tinggi nasional. Dalam pemaparannya, ditekankan pentingnya penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta keberpihakan kebijakan terhadap pengembangan perguruan tinggi di daerah agar mampu tumbuh dan berdaya saing secara nasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan diskusi yang membahas secara komprehensif kebijakan serta kesiapan STITEK Bontang dalam proses perubahan bentuk menjadi universitas. Pada sesi materi, Henriette Minerva Wenno menjelaskan bahwa perubahan bentuk perguruan tinggi swasta dari sekolah tinggi menjadi universitas memiliki landasan hukum yang jelas dan menuntut kesiapan institusi secara menyeluruh, mencakup perluasan rumpun keilmuan, kecukupan dan komposisi program studi, serta kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung.

Disampaikan pula bahwa STITEK Bontang telah mengajukan usulan perubahan bentuk menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang, dengan kesiapan dari aspek kelembagaan dan akademik serta dukungan penuh dari badan penyelenggara. Proses perubahan bentuk tersebut berdampak pada penyesuaian data institusi, pembaruan dokumen kelembagaan, serta pelaksanaan akreditasi sesuai dengan nama dan bentuk perguruan tinggi yang baru.

Dalam pengembangan kampus, diusulkan tiga alternatif lahan, dengan lahan seluas kurang lebih 40.000 m² di Teluk Pandan dinilai paling potensial sebagai pusat pengembangan universitas jangka panjang, termasuk untuk pembangunan fasilitas akademik dan laboratorium.

Pada sesi diskusi, Mohammad Ahmad Maidanul Abrori, S.T., M.Kom. menyoroti berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam proses perubahan bentuk. Menanggapi hal tersebut, ditegaskan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, dukungan pemerintah daerah dan dunia industri, serta peningkatan daya tarik calon mahasiswa melalui kualitas dosen dan pengembangan program studi unggulan yang berdaya saing.

Menutup sesi pertama, Henriette Minerva Wenno menyampaikan harapan agar universitas yang dicita-citakan dapat berkembang secara berkelanjutan, memiliki karakteristik dan keunggulan yang khas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sesi materi berikutnya disampaikan oleh Zaini, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan perkembangan STITEK Bontang sejak berdiri, ditandai dengan penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana secara bertahap. Saat ini, STITEK Bontang memiliki empat program studi aktif dan tiga program studi yang telah disetujui, dengan dukungan pembelajaran berbasis digital dan fasilitas laboratorium.

Namun demikian, keterbatasan gedung kampus yang masih bersifat sewa menjadi tantangan utama, sehingga pengembangan kampus utama menjadi fokus dalam rencana perubahan bentuk. Berbagai capaian akademik dan nonakademik, termasuk perolehan hibah penelitian serta prestasi mahasiswa, menunjukkan kesiapan STITEK Bontang untuk bertransformasi menjadi universitas.

Perubahan bentuk ditargetkan paling lambat pada tahun 2030, dengan peluang percepatan pada periode 2025–2026, serta komposisi rumpun keilmuan sebesar 60 persen sains dan teknologi dan 40 persen non-sains. Menutup pemaparannya, Zaini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan transformasi STITEK Bontang menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang sebagai kebanggaan bersama.

Peningkatan Kompetensi Digital: Prodi Bisnis Digital STITEK Berpartisipasi dalam Pelatihan Digital Marketing Disperindagkop

Samarinda — Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik serta memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri digital, Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (STITEK Bontang) melalui Kepala Program Studi Bisnis Digital, Abd Rahim, S.ST., M.M., berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) pada 5 Desember 2025 di Hotel Yellow Samarinda. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan fasilitator profesional sebagai narasumber untuk membahas strategi pemasaran digital terkini.

Pelatihan tersebut menjadi upaya strategis dalam menjembatani perkembangan teknologi pemasaran dengan kebutuhan dunia usaha dan sektor UMKM. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, analisis target pasar digital, perancangan strategi konten pemasaran, serta penggunaan insight analytics untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pemasaran. Abd Rahim menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai implementasi digital marketing dalam konteks industri sekaligus dunia pendidikan. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh sangat relevan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum serta praktik pembelajaran mahasiswa.

Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan dosen dalam kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Ia menegaskan bahwa digital marketing merupakan kompetensi yang memiliki keterkaitan erat dengan dinamika perkembangan teknologi dan dunia bisnis saat ini. Oleh karena itu, dosen didorong untuk terus memperkuat keahlian sesuai bidang keilmuan dan tuntutan industri, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik berbasis kebutuhan nyata.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, STITEK Bontang diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan praktik yang diperoleh ke dalam kegiatan akademik, antara lain melalui pengembangan modul pembelajaran, penerapan work-based learning, serta peningkatan kolaborasi dengan pelaku usaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan Program Studi Bisnis Digital sebagai program studi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan ekonomi digital nasional.

Partisipasi Kepala LPPM STITEK Bontang sebagai Narasumber pada Lokakarya Teknologi Tepat Guna (TTG)

Pada 6 November 2025, Akbar, S.Pd., M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STITEK Bontang, berperan sebagai narasumber dalam kegiatan lokakarya yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang. Penugasan tersebut didasarkan pada Surat Tugas resmi Nomor 298/K/KP/2025 yang ditandatangani oleh Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd. (STITEK Bontang, 2025). Lokakarya ini mengangkat tema “Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai Solusi Pemecahan Masalah dan Pengembangan Potensi Daerah” dengan tujuan memberikan penguatan konseptual dan praktis mengenai pemanfaatan TTG sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam pemaparannya, Akbar menekankan bahwa implementasi TTG tidak semata-mata berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga merupakan pendekatan strategis untuk meningkatkan kemandirian dan daya adaptasi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa solusi TTG idealnya mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan, mudah diimplementasikan, serta selaras dengan karakteristik dan kondisi wilayah setempat (A. Akbar, komunikasi pribadi, 6 November 2025).

Sementara itu, Ketua STITEK Bontang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan unsur akademisi dalam kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kontribusi dosen dalam kegiatan publik mencerminkan integrasi antara pengembangan ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah (Zaini, komunikasi pribadi, 3 November 2025). Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara STITEK Bontang dan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berbasis keilmuan.

Keikutsertaan STITEK dalam Reviu Standar Pelayanan di RSUD Taman Husada

Pada Rabu, 26 November 2025, STITEK Bontang berpartisipasi dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik: Reviu Standar Pelayanan RSUD Taman Husada Bontang melalui kehadiran perwakilan dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Jaminan Mutu (UJM), Martati, S.Pd., M.T. Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSUD Taman Husada Bontang sebagai wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan. Forum konsultasi publik tersebut menjadi sarana evaluasi yang sistematis terhadap mutu penyelenggaraan layanan rumah sakit dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur akademisi, regulator, tenaga medis, serta perwakilan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, forum membahas dan melakukan reviu terhadap 24 standar pelayanan beserta standar operasional prosedur (SOP) yang telah diterapkan di RSUD Taman Husada. Masing-masing standar dipaparkan oleh pejabat struktural rumah sakit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan, kritik konstruktif, serta rekomendasi perbaikan. Melalui mekanisme tersebut, rumah sakit memperoleh umpan balik yang komprehensif sebagai landasan dalam penyempurnaan prosedur pelayanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola pelayanan publik yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Martati menegaskan bahwa evaluasi mutu layanan merupakan bagian integral dari siklus peningkatan kualitas yang tidak hanya berhenti pada penyusunan dokumen standar, tetapi juga harus memastikan implementasinya memberikan dampak yang terukur dan signifikan bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses evaluasi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan layanan publik yang relevan, transparan, dan adaptif. Sementara itu, Ketua STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen dalam kegiatan tersebut dan menekankan bahwa partisipasi ini sejalan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih lanjut, beliau berharap forum ini dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan inovasi layanan publik berbasis data dan teknologi guna mendukung transformasi digital sektor kesehatan di Kota Bontang.

STITEK Bontang Perkuat Mutu Kosa Bangsa Melalui Monev Bersama Pimpinan dan LPPM dan Prodi Bisnis Digital

STITEK Bontang melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kosa Bangsa pada 1 Desember 2025, yang dihadiri oleh pimpinan kampus, ketua program studi, serta perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memastikan pelaksanaan Kosa Bangsa berjalan efektif dan terus memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun institusi.

Monev dipimpin oleh Lapu Tombilayuk, S.Kom., selaku Ketua 1 STITEK Bontang, yang membuka diskusi dengan menyampaikan pentingnya evaluasi rutin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. Beliau menekankan bahwa Kosa Bangsa tidak hanya menjadi program pendukung, tetapi juga bagian penting dari pembentukan karakter dan etika akademik mahasiswa.

Fokus utama pemaparan disampaikan oleh M.T., Akbar, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua LPPM STITEK Bontang. Dalam penyampaiannya, Akbar memberikan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program Kosa Bangsa, termasuk capaian kegiatan, koordinasi dosen pembimbing, serta keterlibatan mahasiswa. Ia juga menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan agar program ini semakin efektif dalam mendorong kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan, dan budaya akademik yang positif.

Selain itu, kegiatan monev turut dihadiri oleh Rianindya Chandra Hardika, S.T., M.Eng. selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika, dan Abdul Rahim, S.ST., M.M. selaku Ketua Program Studi Bisnis Digital, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan evaluasi dan turut menyimak pembahasan perkembangan program.

Monev ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Bisnis Digital yang membantu proses pendataan, dokumentasi, serta memberikan sudut pandang terkait pengalaman mereka dalam menjalani program Kosa Bangsa. Kehadiran mahasiswa memberi nilai tambah dalam melihat efektivitas program dari perspektif pelaksana di lapangan.

Melalui kegiatan monev ini, STITEK Bontang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu Program Kosa Bangsa agar lebih relevan, terukur, dan berdampak nyata bagi pengembangan mahasiswa. Evaluasi rutin diharapkan mampu memperkuat budaya akademik yang unggul dan berkelanjutan di lingkungan kampus.

STITEK Bontang Dorong Literasi Digital Lewat Pelatihan Digital Marketing

STITEK Bontang melalui Program Studi Bisnis Digital menyelenggarakan pelatihan bertema Digital Marketing & Strategi Branding pada Jumat, 5 Desember 2025 di Hotel Yellow Samarinda. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi perkembangan pemasaran di era digital.

Pelatihan menghadirkan dua pemateri dari STITEK Bontang, yaitu Yulius Gama Kusuma, S.T. dan Muhammad Fadli, S.Pd., serta dihadiri oleh Abd. Rahim, S.ST., M.M. selaku Kepala Program Studi Bisnis Digital. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti kegiatan.

Dalam pelatihan ini, para pemateri menyampaikan enam materi utama, yaitu pengenalan digital marketing, customer behavior di era digital, brand building di dunia digital, content marketing, SEO, serta pembuatan website dan landing page. Materi disampaikan secara interaktif untuk memastikan peserta memahami strategi yang dapat diterapkan pada bisnis mereka. Seperti yang disampaikan oleh Yulius Gama Kusuma, S.T., “Di era digital saat ini, setiap pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan utama agar bisnis dapat bertahan dan berkembang.” Dengan adanya pelatihan ini, STITEK Bontang berharap dapat memperluas literasi digital dan membantu masyarakat mengembangkan bisnis yang lebih adaptif serta kompetitif di era teknologi yang terus berkembang.